Tentang Suatu Masa
Suatu Masa menulis bacaan tentang siapa kamu dan masa yang sedang kamu jalani. Tujuannya satu: kamu keluar dari bacaan itu dengan lebih mengenal diri kamu, lebih percaya pada diri kamu, dan lebih siap menjalani masa apa pun.
Yang kami kejar
Orang biasanya datang membawa dua pertanyaan: kenapa keadaannya begini, dan sampai kapan. Itu yang kami tulis. Bukan laporan hasil hitungan, dan bukan daftar sifat yang bisa kamu tebak sendiri.
Menguatkan boleh, menjanjikan tidak
Kalimat yang menguatkan kami pakai. Kamu punya ketahanan yang tidak kamu sadari — kalaupun kamu membacanya lebih besar dari kenyataan, tidak ada yang kamu rugikan.
Tapi kalimat seperti tahun ini rezeki kamu lancar tidak akan kamu temukan di sini. Kalau meleset, yang rusak dua-duanya: kepercayaan kamu pada kami, dan keputusan yang mungkin sudah kamu ambil karenanya.
Yang kami tolak
Bacaan soal kesehatan tidak kami buat, walaupun laku di tempat sejenis. Bacaan semacam itu bisa membuat orang menunda ke dokter, atau cemas pada sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
Bacaan kecocokan tidak memberi vonis cocok atau tidak cocok. Orang kedua yang kamu tanyakan tidak tahu dirinya sedang dibaca, dan hasil bacaan tidak pantas dipakai memutuskan sesuatu tentang dia.
Saran harus bisa dikerjakan
Cari satu orang yang berdiri di pihak kamu bisa dikerjakan, sebab kamu tahu langkah pertamanya. Terimalah dirimu apa adanya tidak bisa dikerjakan, sebab tidak ada yang bisa kamu lakukan besok pagi.
Sugesti tanpa langkah cuma berhenti jadi perasaan enak sesaat. Karena itu tiap bacaan ditutup dengan hal yang benar-benar bisa kamu kerjakan.
Siapa yang menulisnya
Kalimat di bacaan kamu tidak dikarang saat itu juga. Semuanya sudah ditulis dan diperiksa lebih dulu, lalu dirakit mengikuti susunan waktu lahir kamu.
Yang menjaganya ada dua lapis: aturan tulis yang menentukan bunyi kalimatnya boleh seperti apa, dan saringan yang menolak kalimat melanggar sebelum sampai ke kamu. Sekarang ada 42 aturan dan 25 saringan.
Tiap keputusan yang mengubah cara menulisnya dicatat, sampai hari ini ada 136. Jadi kalau ada kalimat yang terasa janggal, ia bisa dilacak sampai ke aturannya lalu diperbaiki untuk semua orang, bukan ditambal sekali jalan.